Pahami 9 Resiko Investasi Saham Berikut Ini

Pahami 9 Resiko Investasi Saham Berikut Ini

Posted by on Jul 29, 2020 in Artikel

Pahami 9 Resiko Investasi Saham Berikut Ini

Pasar saham memang memiliki banyak hal menarik untuk ditawarkan. Tak heran jika orang-orang dari berbagai kalangan banyak yang ikut bermain saham. Jika Anda adalah seorang investor potensial, tentunya Anda sudah dapat memperhitungan untung dan rugi secara imbang. Namun bagi pemula, tak banyak yang tahu bahwa resiko beli saham juga cukup besar.

Resiko Main Saham

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di saham, ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum Anda benar-benar melakukannya, yaitu:

1. Kehilangan Modal

Saat sebuah perusahaan memiliki kinerja yang tidak baik, atau penilaian pasar terhadap perusahaan adalah negatif, maka harga saham dapat jatuh di bawah harga yang Anda bayarkan saat membeli saham atau bahkan ke nol.

Bisa juga karena perusahaan memiliki hutang yang terlampau besar dan tidak sanggup membayar karena produk bisnisnya tidak berjalan lancar. Ketika sebuah perusahaan bangkrut, aset-aset perusahaan akan disita atau dijual, dan sahamnya menjadi tidak dapat diperdagangkan dan kemungkinan akan dihapuskan.

2. Risiko Inflasi

Risiko inflasi disebut juga dengan risiko daya beli, yaitu harga saham yang Anda beli hari ini tidak akan sama dengan besok, lusa, atau minggu depan. Perubahan ini bisa menyebabkan suku bunga yang Anda terima lebih rendah daripada uang yang Anda investasikan.

3. Risiko Pasar

Pakar saham mengatakan bahwa kunci sukses bermain saham adalah “beli rendah dan jual tinggi”. Saran ini memang tepat, tapi sangat sulit untuk diterapkan, karena harga selalu berubah. Untuk itu, Anda harus mempelajari dengan baik kapan kemungkinan harga saham akan naik atau turun di pasaran, sehingga Anda bisa melakukan prediksi sendiri.

4. Risiko Spesifik Sektor

Risiko ini hanya dialami oleh sektor tertentu, misalnya industri penerbangan dengan berita serangan teroris. Saat berita ini muncul, harga saham perusahaan tentu saja akan anjlok. Dan investor harus memutuskan apakah akan melanjutkan namun dengan segala kemungkinan terburuk, atau segera menjual saham dengan harga rugi untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.

5. Risiko Suspensi

Suspensi alias pemberhentian sementara bisa terjadi apabila ada penurunan atau kenaikan yang terlampau tajam dalam beberapa hari. Jika penurunan atau kenaikan tersebut hanya terjadi satu hari, maka dianggap wajar. Namun jika terjadi selama beberapa hari, kemungkinan besar ada indikasi ‘permainan’.

6. Risiko Pengaturan Waktu

Risiko ini paling sering terjadi pada pemain saham pemula, yaitu ketika Anda membeli atau menjual saham pada waktu yang salah. Anda harus tahu bahwa tidak semua sektor pasar mengikuti siklus harga yang sama. Karenanya, Anda harus memahami siklus bisnis dan pelajari di fase mana perusahaan tersebut berada.

7. Risiko Nilai Tukar

Risiko ini dapat terjadi ketika mata uang asing kehilangan nilainya saat dikonversi ke mata uang lokal. Biasanya karena pergerakan nilai tukar antara kedua mata uang tersebut.

8. Risiko Delisting

Risiko delisting adalah saat suatu perusahaan akan dihapus dari bursa efek. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, contohnya adalah perusahaan tersebut terjerat dalam kasus hukum tertentu, atau kinerja perusahaan terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

9. Risiko Likuiditas

Risiko ini dapat terjadi karena suatu perusahaan mengalami kesulitan untuk menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, suatu perusahaan tidak dapat membayar pinjamannya yang sudah jatuh tempo secara tunai, padahal perusahaan tersebut memiliki sejumlah aset bernilai. Namun saat aset tidak bisa dikonversikan menjadi uang tunai, maka aset tersebut dikatakan tidak likuid.

Sangat penting bagi semua investor, terutama pemula, untuk memahami resiko investasi saham seperti yang sudah dijelaskan pada poin-poin di atas. Ingat bahwa yang bertanggung jawab terhadap diri Anda adalah Anda sendiri, jadi jangan mudah percaya dengan janji manis orang lain.