Cara Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Mahasiswa

Cara Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Mahasiswa

Sebagai mahasiswa perantauan yang jauh dari orang tua tentunya menuntut Anda untuk selalu berhemat. Mengatur keuangan dengan baik dapat membantu proses kegiatan perkuliahan yang Anda jalani menjadi stabil dan optimal. Untuk mengetahui cara mengatur keuangan pribadi dengan baik, cobalah beberapa tips berikut ini: Tips Mengatur Keuangan Mahasiswa 1. Membuat Catatan Keuangan Pribadi Membuat catatan keuangan pribadi sangat penting untuk dilakukan, agar Anda mengetahui berapa besaran biaya yang dibutuhkan. Dengan membiasakan diri untuk membuat catatan keuangan, Anda bisa dengan mudah melacak digunakan untuk apa saja uang saku yang diberikan oleh orang tua. Anda juga bisa melakukan evaluasi, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menambah atau mengurangi nominal sesuai dengan kebutuhan bulanan yang tidak pasti. Bijaklah dalam menggunakan uang agar kondisi keuangan Anda tetap sehat. Tidak hanya berguna untuk diri sendiri, catatan keuangan pribadi akan membantu meringankan beban orang tua juga. 2. Disiplin Menabung Meski uang saku yang Anda terima tidaklah banyak, Anda harus tetap membiasakan diri untuk menabung. Jika disiplin untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, nantinya Anda tidak akan kesulitan saat membutuhkan uang. Menabung juga bisa menjadi bentuk investasi kecil-kecilan yang menguntungkan di kemudian hari. Jika suatu hari membutuhkan printer atau laptop rusak sehingga harus ganti yang baru, Anda bisa membelinya dengan uang tersebut tanpa merepotkan kedua orang tua lagi.   3. Membuat Pos Dana Cadangan Mungkin Anda mengira bahwa pos dana cadangan dengan tabungan tidak ada bedanya, padahal keduanya cukup berbeda jika dilihat dari fungsi dan tujuannya. Untuk uang tabungan biasanya digunakan untuk tujuan membeli beberapa keperluan yang sudah ditetapkan sebelumnya, seperti membeli buku catatan kuliah, laptop, atau printer. Sementara itu, untuk dana cadangan diperuntukkan sebagai dana untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan yang sifatnya mendesak atau mendadak. Contoh penggunaan dana cadangan misalnya uang yang digunakan untuk service motor Anda yang rusak dan harus diperbaiki di bengkel. Kerusakan motor hanya terjadi sesekali dan seringkali terjadi secara mendadak. Apabila Anda sudah menyisihkan uang untuk dana cadangan, tentu sudah tidak akan kerepotan lagi jika mengalami hal-hal yang tiba-tiba terjadi atau tanpa direncanakan sebelumnya. 4. Menerapkan Gaya Hidup Hemat Terkadang kondisi lingkungan di sekitar Anda dapat mempengaruhi gaya hidup. Keinginan untuk selalu tampil sempurna juga mendorong Anda untuk menjadi sosok yang konsumtif dan hedonis. Padahal gaya hidup yang seperti itu hanya akan membuat keadaan keuangan Anda menjadi tidak stabil dan memberatkan orang tua sebagai satu-satunya sumber dana. Untuk menghindari gaya hidup yang konsumtif dan hedonis, Anda bisa membuat daftar kebutuhan sehingga bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Prioritaskan kebutuhan pokok dan terapkan gaya hidup hemat, sehingga orang tua juga tidak akan kesulitan mengatur gaji bulanan yang mereka terima untuk kebutuhan uang saku Anda. 5. Menerapkan Pola Hidup Sehat Bagi mahasiswa perantauan yang jauh dari orang tua, menjaga kesehatan menjadi sebuah keharusan. Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan teratur, serta rutin berolahraga. Jika Anda tidak bisa menjaga kesehatan, maka tugas dan kegiatan perkuliahan juga akan...

Read More »

7 Ciri Orang Boros yang Bikin Susah Kaya

7 Ciri Orang Boros yang Bikin Susah Kaya

Bagi Anda yang sudah bekerja, mengandalkan gaji saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkadang terasa kurang. Tanpa disadari, Anda sering kali boros dan menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu berguna. Untuk mengetahui ciri dan pertanda Anda boros, mari simak ulasan berikut ini. 7 Ciri Orang Boros 1. Tidak Memiliki Rencana Anggaran Ciri lainnya yang menandakan bahwa Anda adalah sosok yang boros yaitu tidak memiliki rencana anggaran. Oleh karena itu, Anda tidak tahu ke mana uang gaji bulanan dihabiskan, apakah untuk kebutuhan pokok sehari-hari atau justru dihabiskan untuk kesenangan saja. Jika selama ini tidak memiliki rencana anggaran, maka mulai sekarang Anda bisa menyusunnya. Anda bisa membagi dan menentukan berapa besaran biaya belanja kebutuhan pokok dengan anggaran untuk bersenang-senang. 2. Tidak Memiliki Tabungan Tidak memiliki tabungan juga menjadi pertanda bahwa Anda adalah seseorang yang boros. Memiliki tabungan sangatlah penting untuk mengantisipasi kebutuhan yang sifatnya tidak terduga. Sekalipun gaji yang diterima terbilang rendah dan hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja, Anda harus tetap menabung karena dari waktu ke waktu biaya dan kebutuhan hidup akan terus bertambah.  3. Membeli Barang yang Sudah Ada Penyebab orang boros adalah hobi atau kebiasaan membeli dan mengoleksi barang yang sudah ada di rumah. Jika memiliki kebiasaan seperti ini, berarti Anda adalah seseorang yang boros. Karena tidak bisa membedakan mana kebutuhan dengan keinginan dan suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Sebagai contoh misalnya Anda sudah memiliki beberapa lipstick, namun tetap membeli lipstick yang baru dengan warna sama dengan yang sudah  dimiliki. Meskipun tujuannya untuk cadangan atau koleksi semata agar lebih beragam, namun kebiasaan boros seperti ini harus mulai dikurangi dan alokasikan untuk tabungan atau simpanan dana darurat yang lebih bermanfaat. 4. Sering Belanja Online dan Tergiur Pesta Diskon Apakah Anda salah satu orang yang sering berbelanja online karena tergiur dengan diskon dan promo cashback yang ditawarkan oleh marketplace? Jika tidak pernah absen mengikuti pesta diskon, hal tersebut menandakan bahwa Anda adalah seseorang yang boros. Meski terkesan hemat, pesta diskon sebenarnya hanya trik untuk menaikkan jumlah penjualan saja. 5. Sering Menggunakan Kartu Kredit Jika sering menggunakan kartu kredit di semua pembelian, maka Anda termasuk orang yang boros. Terlalu sering menggunakan kartu kredit dibanding uang tunai, Anda tanpa sadar sedang menumpuk utang. Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, nantinya Anda akan terbebani dengan tagihan yang membengkak.  6. Sering Makan di Luar Salah satu contoh pemborosan yang mungkin sering Anda lakukan adalah kebiasaan makan di luar. Kebiasaan ini mungkin sering dilakukan oleh orang-orang yang masih lajang atau yang tidak memiliki asisten rumah tangga. Padahal dibandingkan dengan memasak sendiri, membeli makanan di luar, baik di restoran, warung makan, atau order online sangatlah boros. Misalnya, dalam sehari Anda makan sebanyak 3 kali dengan biaya makan Rp20.000,00, maka Anda sudah menghabiskan uang sebesar Rp60.000,00. Jika dikalkulasikan dalam jangka waktu sebulan, berarti uang yang Anda habiskan untuk makan sebesar Rp1.800.000,00. 7. Menggunakan Kendaraan Pribadi untuk Bekerja Tanpa disadari kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi, terutama mobil...

Read More »

7 Cara Menabung yang Benar Bagi Karyawan Bergaji Sedikit

7 Cara Menabung yang Benar Bagi Karyawan Bergaji Sedikit

Memiliki gaji yang sedikit sebatas UMR saja bukan menjadi alasan bagi Anda untuk tidak menabung. Meski penghasilan yang diperoleh terbilang rendah, Anda tetap harus menyisihkannya untuk ditabung. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui cara dan tips menabung bagi karyawan dengan gaji pas-pasan. Cara Menabung yang Benar 1. Mengelola Keuangan Sebaik Mungkin Salah satu faktor yang menyebabkan Anda tidak bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah karena tidak terkendalinya pengeluaran bulanan. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan pengelolaan uang dengan sebaik mungkin. Lakukan perhitungan total gaji bersih sebelum tanggal gajian tiba dan buatlah daftar kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Dengan membuat daftar kebutuhan bulanan secara rinci, Anda akan mengetahui kebutuhan mana saja yang harus diprioritaskan. 2. Membuat Rekening Terpisah Cara yang efektif agar tetap hemat adalah dengan memisahkan antara rekening tabungan dengan rekening kebutuhan sehari-hari. Bagi yang sudah berkeluarga, Anda bisa menyisihkan 10% sampai 20% untuk tabungan pendidikan anak. Usahakan untuk tidak membawa kartu debit khusus tabungan saat bepergian, agar Anda tidak tergoda untuk menggunakannya. 3. Membiasakan Diri Menabung Setiap Hari Cara selanjutnya agar Anda tetap bisa menabung walau bergaji kecil yaitu membiasakan diri untuk menabung setiap hari dari sisa uang belanja harian. Misalnya, dalam sehari uang belanja Anda sebesar Rp30.000,00 dan tersisa Rp5.000,00, maka Anda bisa menabungnya dengan menyediakan celengan atau kotak khusus. Meski terasa sedikit, namun jika dilakukan secara konsisten maka lama-lama uang sisa kembalian akan terkumpul banyak. Dengan begitu, Anda bisa menggunakannya untuk dana darurat atau kebutuhan lainnya.      4. Terapkan Gaya Hidup Hemat Pernahkah Anda merasa kurang dengan uang gaji yang diterima per bulannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari padahal masih lajang? Jika iya, mungkin Anda harus mengubah gaya hidup yang berlebihan menjadi lebih hemat. Kebiasaan boros seperti suka nongkrong di cafe atau belanja barang-barang yang tidak terlalu penting harus mulai dikurangi bahkan ditinggalkan. Jika ingin jalan-jalan ke tempat wisata, usahakan Anda berangkat dalam keadaan kenyang atau membawa bekal sendiri dari rumah untuk menghemat pengeluaran. 5. Manfaatkan Promo dan Diskon Untuk menghemat pengeluaran, Anda bisa memanfaatkan promo dan diskon sebelum berbelanja. Anda bisa mencari informasi terlebih dahulu melalui internet atau media sosial untuk mengetahui toko atau supermarket mana yang sedang menawarkan diskon, cashback, atau promo menarik lainnya. Dengan begitu, Anda bisa menghemat uang belanja bulanan dan dialokasikan untuk tabungan. 6. Hindari Hutang dan Cicilan Bagi Anda yang memiliki gaji sedikit dan sering merasa kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, upayakan untuk tidak berhutang pada siapapun, baik kepada orang lain, koperasi, bank, atau lembaga keuangan lainnya. Tingginya bunga yang ditentukan oleh penyedia dana pinjaman justru akan membebani Anda di kemudian hari. Jika terpaksa harus berhutang, Anda bisa meminjamnya kepada orang terdekat untuk menghindari bunga pinjaman yang tinggi. Kurangi pula kebiasaan membeli barang dengan sistem cicilan. Meski terasa ringan, membeli barang dengan sistem cicilan menetapkan bunga yang terbilang tinggi. 7. Mulai Berinvestasi Berapapun usia dan pekerjaan Anda sekarang, sisihkan sebagian pendapatan untuk berinvestasi. Anda bisa memulainya dengan investasi kecil-kecilan, seperti investasi emas....

Read More »