Ciri-Ciri Rumah Yang Berasal Dari Pesugihan

Kali ini, akan saya sebutkan beberapa hal, yang oleh banyak orang, dipercaya sebagai ciri-ciri rumah hasil pesugihan. Tetapi sebelum itu, dari awal saya tekankan dulu, agar bahasan ini benar-benar dianggap sebagai wawasan saja. Untuk pengetahuan kita, untuk pemahaman pribadi kita. Jangan sekali-kali dijadikan alasan, ataupun dasar untuk menghakimi dan mencurigai seseorang. Karena seringkali, kecurigaan kita terhadap seseorang, pada dasarnya berasal dari rasa iri kita sendiri, terhadap orang yang bersangkutan. Tetapi sebelum itu, dari awal saya tekankan dulu, agar bahasan ini benar-benar dianggap sebagai wawasan saja. Untuk pengetahuan kita, untuk pemahaman pribadi kita. Jangan sekali-kali dijadikan alasan, ataupun dasar untuk menghakimi dan mencurigai seseorang. Karena seringkali, kecurigaan kita terhadap seseorang, pada dasarnya berasal dari rasa iri kita sendiri, terhadap orang yang bersangkutan. Yang pertama, rumah ini mewah. Tapi terkesan angker. Nampak sangat berbeda, bila dibandingkan dengan rumah-rumah di sekelilingnya. Kelihatannya menyeramkan, meskipun secara fisik rumahnya megah dan menjulang. Ada rasa takut yang menjalar, ketika Anda melewati rumah tersebut di malam hari. Yang kedua, rumah ini memiliki aroma wewangian yang baunya aneh. Jadi setiap kali Anda berkunjung, ada rasa merinding di dalam rumah tersebut. Baca Juga : Tempat Yang Sering Dipasangi Untuk Mencari Tumbal Pesugihan Inilah Beberapa Hal Yang Menyumbat Rejeki Anda Apa itu Jimat Dari Sudut Pandang Orang Jawa Yang ketiga, adalah munculnya penampakan makhluk halus di sekitar rumah tersebut. Untuk ciri ketiga ini, biasanya dialami tidak hanya oleh satu orang. Tapi banyak orang berbeda, yang memberikan pengakuan serupa. Entah itu orang yang kebetulan pernah lewat, atau tetangga sekitar. Penampakannya macam-macam. Bisa berupa hewan atau binatang yang tidak semestinya ditemukan di daerah tersebut, sosok wanita cantik dengan pakaian jaman dulu, atau makhluk lain yang menyeramkan wujudnya. Ciri keempat, adalah rumah ini memiliki banyak pernak-pernik yang tidak wajar. Biasanya berupa patung, yang menyimbolkan atau mewakili apa yang ia sembah dalam praktek pesugihan hitam tersebut. Mengapa saya sebut pesugihan hitam? Karena yang namanya pesugihan putih itu ada, dan pemahamannya sama sekali berbeda. Ilmu pesugihan putih, adalah seperangkat amalan yang dimaksudkan untuk membantu memperlancar rezeki, secara alami dan bertahap. Karena istilah pesugihan itu pada awalnya berasal dari kata sugih, yang artinya kaya. Pesugihan, artinya segala sesuatu yang menjadikan kaya. Ayat Seribu Dinar, yang bacaannya berasal dari Al Quran, termasuk dalam salah satu amalan pesugihan putih. Jadi ciri-ciri yang kita bahas ini, sepenuhnya adalah ciri-ciri untuk rumah hasil pesugihan, yang bukan pesugihan putih. Lanjut ke ciri terakhir, atau ciri kelima, yaitu rumah ini juga memiliki ruang rahasia. Yang tidak boleh dimasuki olah orang lain. Bahkan sesama penghuni rumah pun belum tentu diperkenankan masuk, apalagi yang hanya datang sebagai tamu. Ruangan ini, berfungsi sebagai tempat ritual, atau tempat penyimpanan syarat-syarat serta ubarampe ritual itu sendiri. Jadi bukan kamar tidur. Kalau kamar tidur, misalnya Anda tidak diperkenankan masuk, itu wajar, karena di semua rumah, kamar tidur merupakan ruangan yang sangat pribadi. Kurang lebihnya kelima ciri inilah, yang biasanya ditemukan pada rumah-rumah mewah hasil pesugihan. Sekali lagi,...

Read More »

Tempat Yang Sering Dipasangi Untuk Mencari Tumbal Pesugihan

Bahasan kita kali ini, adalah seputar pesugihan. Atau lebih tepatnya lagi, seputar tumbal pesugihan. Dan karena membahas seputar pesugihan, maka dari depan, saya tekankan dulu disini, bahwa saya tidak menyediakan layanan apapun, yang bertujuan untuk mendatangkan uang secara ajaib. Mendatangkan uang secara instan, tidak bisa. Apa yang akan saya sampaikan berikut ini, baiknya ditanggapi sebagai sebuah wawasan saja. Sebagai suatu pengetahuan baru bagi kita. Siapa tahu bisa menjadikan kita lebih waspada dan bijaksana. Langsung saja, kaitannya dengan pesugihan, Anda pasti pernah dengar istilah tumbal. Kurang lebihnya, tumbal adalah sesuatu yang dikorbankan, sebagai ganti dari kekayaan yang didapatkan. Beberapa orang berpendapat, bahwa tumbal itu ya mestinya orang yang disayang, orang yang dikasihi. Anggota keluarga, misalnya. Ada juga yang berpendapat, bahwa musuh kita pun bisa ditumbalkan. Sampai-sampai kita sering lupa, bahwa tumbal itu belum tentu manusia. Hewan juga bisa jadi tumbal. Bahkan pada awalnya, tumbal itu sama sekali tidak berkaitan dengan ritual pesugihan hitam. Melainkan menjadi bagian dari suatu ritual adat, misalnya untuk menolak bala atau menjauhkan penyakit. Awalnya seperti itu. Tapi kemudian, seperti yang saya yakin sudah pernah Anda dengar dari macam-macam media, istilah tumbal ini sekarang lebih banyak dipakai, untuk merujuk pada seseorang, yang dikorbankan oleh oknum tertentu, untuk mendapatkan kekayaan. Pertanyaannya sekarang, jika memang tumbal ini tidak harus keluarga, tidak harus orang yang disayang, tidak harus orang yang ikut menikmati kekayaannya, jika tumbal ini bisa siapa saja, lantas bagaimana cara pelaku ilmu hitam ini mendapatkan tumbal? Caranya adalah dengan memasang jebakan. Jebakannya ini berupa makhluk halus yang mengganggu, yang kemudian secara tidak langsung menjadikan seseorang meninggal karena berbagai sebab. Dan ada sejumlah tempat, yang konon katanya, seringkali dipakai sebagai tempat memasang jebakan oleh para pencari tumbal. Yang pertama, adalah perempatan jalan besar. Jadi jebakan yang dipasang tadi, akan mengganggu para pengendara mobil maupun motor yang lalu lalang disana. Sasaran utamanya tentu saja, adalah pengendara yang pikirannya sedang kosong. Melamun. Tidak fokus. Sehingga pikiran mereka gampang dimasuki jin, gampang diganggu, yang kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan. Si pengendara pun tewas, dengan status sebagai tumbal, dan sebagian orang percaya bahwa korban tumbal ini akan bergentayangan, menjadikan tempat tersebut angker. Tempat kedua, yang terkenal sering dijadikan lokasi memasang jebakan pesugihan, adalah jembatan besar. Saya yakin, di daerah Anda masing-masing, pasti ada satu jembatan yang memiliki kisah angkernya sendiri-sendiri. Ada kalanya pengendara melewati jembatan ini dalam keadaan tidak fokus. Ada kalanya juga naik kendaraan, jalannya terlihat bagus, tapi tahu-tahu masuk ke dalam sungai. Atau mendadak lampu kendaraannya mati di tengah malam. Disinilah, jebakan tadi kemudian beraksi. Tempat ketiga, jebakan pesugihan ini bisa juga dipasang di pantai atau laut. Sasarannya, adalah para pengunjung atau wisatawan, yang berlibur untuk melihat ombak atau bermain dengan pasir pantai. Secara tidak sadar, wisatawan ini dipengaruhi untuk berjalan semakin ke tengah, semakin menjauh dari pantai. Tahu-tahu ombak datang, dan ia pun terseret, tergulung, dan terbawa arus. Kemudian tewaslah ia karena tenggelam. Tempat keempat, adalah sungai atau sendang. Atau kadang...

Read More »

Inilah Beberapa Hal Yang Menyumbat Rejeki Anda

Kita semua tahu, bahwa hidup itu bagaikan roda. Ada kalanya kita di bawah, ada kalanya juga kita di atas. Ada kalanya rejeki kita berlimpah, ada kalanya juga kita harus bisa bijak dan berhemat. Belakangan ini, sering sekali saya mendapatkan pertanyaan, dari mereka yang saat ini sedang merasa, bahwa kondisi keuangannya tidak selancar dulu lagi. Pertanyaan itu, adalah soal kenapa. Kenapa rejeki tidak seperti biasanya. Kenapa menurun belakangan ini. Dari sudut pandang ekonomi atau bisnis, ini merupakan sesuatu yang wajar. Bisa jadi karena situasi resesi, karena krisis, karena persaingan, atau karena perubahan jaman. Akan tetapi dari sisi spiritualnya, dapat saya katakan bahwa memang ada, sejumlah hal yang dapat menyumbat rejeki kita. Hal-hal ini bisa dibilang sederhana. Sepele. Tapi tanpa kita sadari, berdampak sangat besar bagi kehidupan kita. Karena hal-hal yang sering kita anggap sepele ini, secara langsung akan mengundang energi negative. Selubung energi negatif yang terlanjur pekat dan gelap, akan menjadikan peruntungan hidup Anda menjadi buruk. Nah, apa saja, perkara yang dapat menyumbat rejeki ini? 1. Terlalu Sibuk Dengan Aib Orang Lain Yang pertama, akan menyumbat rejeki kita, bila kita terlalu sibuk dengan aib orang lain. Membicarakan kekurangan orang, kesalahan orang. Padahal kekurangan dan kesalahan kita sendiri saja segunung banyaknya. Daripada waktu Anda buang untuk bergunjing, lebih baik digunakan untuk menyibukkan diri dalam hal-hal yang lebih positif. Perbaiki diri kita, naikkan nilai kita, sehingga kita tidak lagi sempat mengurusi ataupun membicarakan kehidupan orang lain. 2. Tidak Mau Menerima Nasehat Adapun perkara kedua, yang berpotensi menjadikan rejeki kita seret, adalah karena kita sulit menerima nasehat. Kadang kita tahu, bahwa apa yang disampaikan orang kepada kita, adalah benar. Tetapi kita terlalu angkuh dan sombong untuk menerima masukan tersebut. Kadang juga kita merasa, bahwa nasehat itu cuma ada untuk didengar, tapi bukan untuk diterima ataupun dilaksanakan. 3. Perasaan Cinta Mati Pada Dunia Sedangkan perkara ketiga, yang akan menyumbat rejeki kita, adalah perasaan cinta mati pada dunia. Padahal hidup kita di dunia hanya sementara, tetapi kita begitu menggilai harta duniawi. Bahkan amal pun hanya dilakukan sebagai pencitraan saja. Bersedekah sengaja dilakukan secara terang-terangan, di depan banyak orang, semata-mata untuk mendapatkan pengakuan sesama manusia. 4. Tidak Adanya Rasa Malu Lanjut ke perkara keempat yang menjadikan rejeki kita terhambat, adalah tidak adanya rasa malu. Karena tidak ada rasa malu maka banyak dari kita tega melakukan korupsi, merampok, seakan hal-hal semacam ini adalah wajar dan biasa saja untuk dilakukan. 5. Angan-angan Terlalu Panjang Kemudian perkara kelima, adalah angan-angan yang terlalu panjang. Akan menghambat rejeki kita sendiri, bila kita terlalu banyak melamun, mengkhayal jauh di luar jangkauan, tetapi tanpa ada upaya apapun untuk mencapainya. Ini adalah karakter orang malas. Tidak suka bekerja keras. Lebih suka terlena dan semakin menjauh dari realita. 6. Tidak Belajar Dari Masa Lalu Adapun satu lagi, perkara yang tanpa kita sadari akan menyumbat rejeki kita, adalah tidak adanya keinginan untuk belajar dari masa lalu. Semua orang pernah berbuat salah, termasuk kita. Mestinya bila berbuat...

Read More »

Apa itu Jimat Dari Sudut Pandang Orang Jawa

Anda pasti pernah mendengar istilah jimat. Atau malah pernah melihat. Atau bahkan pernah memiliki, atau masih memiliki jimat. Itulah bahasan kita kali ini, yaitu seputar jimat. Kita akan membahas seputar apa itu jimat, dari sudut pandang masyarakat Jawa tradisional. Kalau kata orang Jawa, istilah jimat itu bisa dipanjangkan menjadi ‘siji sing dirumat’. Artinya adalah satu yang dirawat, atau dipelihara. Semacam pegangan, begitu. Masyarakat Jawa sendiri, menganggap jimat, sebagai suatu benda yang mengandung daya magis. Sebuah jimat, dipakai oleh pemiliknya untuk tujuan yang beda-beda. Entah itu daya tahan, perlindungan, atau keberuntungan. Jadi keberadaan jimat ini sudah ada, dan sudah dipercaya oleh masyarakat Jawa, sejak jaman dulu sekali. Terutama untuk melindungi diri dari ketidakberuntungan dan hal-hal buruk. Kalau jaman sekarang, manfaatnya jadi semakin meluas lagi. Bukan hanya soal selamat tidak selamat, bukan hanya soal perlindungan dari mala petaka. Banyak orang menggunakan jimat untuk tujuan lain, termasuk untuk pengasihan, dan juga pelarisan. Agar lebih dikasihi orang. Dan lebih laris jualannya. Jimat, sebagai benda bertuah yang disakralkan, kemudian dipercaya mampu membantu memperlancar berbagai macam permasalahan hidup. Dengan jimat inilah, maka akan muncul keberanian atau rasa percaya diri. Tentu saja, dari sudut pandang keyakinan, maka tuah suatu jimat, tetap berasal dari Tuhan. Jadi bukan jimatnya yang menjadikan orang aman. Bukan jimatnya yang menjadikan orang dikasihi. Adalah berkah dan ridho Tuhan yang menyebabkan itu semua, jimatnya hanya berfungsi sebagai perantara. Tidak ubahnya seperti kita naik sepeda. Bedanya dengan jalan kaki, ya sekedar lebih cepat saja. Secara tradisional, pemilikan jimat melibatkan proses yang panjang. Atau setidaknya, dulu seperti itu. Untuk memiliki sebuah jimat, maka orang harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya dengan melakukan puasa, ritual, semedi, dan menyiapkan sesaji. Jadi orang yang memiliki jimat, tidak tergantung pada statusnya. Tetapi tergantung pada kesungguhannya dalam menjalankan persyaratan tertentu. Sampai sekarang, keberadaan jimat masih dipercaya banyak orang. Dan bisa dianggap sebagai salah satu titik kenikmatan batin, bagi orang-orang yang meyakininya. Sebab keberadaan jimat akan mendatangkan rasa aman dan tenang bagi orang tersebut. Kepercayaan masyarakat terhadap jimat, tidak lantas menunjukkan bahwa kita memiliki akal sempit dan budaya yang terbelakang. Justru, hal ini menunjukkan bahwa budaya dapat diawetkan secara turun-temurun, tanpa mencederai keyakinan yang kita anut. Kurang lebih seperti itulah, cara orang Jawa memandang jimat. Menurut Anda sendiri, bagaimana? Boleh tuliskan pendapat Anda di kolom...

Read More »

Cara Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Mahasiswa

Cara Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Mahasiswa

Sebagai mahasiswa perantauan yang jauh dari orang tua tentunya menuntut Anda untuk selalu berhemat. Mengatur keuangan dengan baik dapat membantu proses kegiatan perkuliahan yang Anda jalani menjadi stabil dan optimal. Untuk mengetahui cara mengatur keuangan pribadi dengan baik, cobalah beberapa tips berikut ini: Tips Mengatur Keuangan Mahasiswa 1. Membuat Catatan Keuangan Pribadi Membuat catatan keuangan pribadi sangat penting untuk dilakukan, agar Anda mengetahui berapa besaran biaya yang dibutuhkan. Dengan membiasakan diri untuk membuat catatan keuangan, Anda bisa dengan mudah melacak digunakan untuk apa saja uang saku yang diberikan oleh orang tua. Anda juga bisa melakukan evaluasi, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menambah atau mengurangi nominal sesuai dengan kebutuhan bulanan yang tidak pasti. Bijaklah dalam menggunakan uang agar kondisi keuangan Anda tetap sehat. Tidak hanya berguna untuk diri sendiri, catatan keuangan pribadi akan membantu meringankan beban orang tua juga. 2. Disiplin Menabung Meski uang saku yang Anda terima tidaklah banyak, Anda harus tetap membiasakan diri untuk menabung. Jika disiplin untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, nantinya Anda tidak akan kesulitan saat membutuhkan uang. Menabung juga bisa menjadi bentuk investasi kecil-kecilan yang menguntungkan di kemudian hari. Jika suatu hari membutuhkan printer atau laptop rusak sehingga harus ganti yang baru, Anda bisa membelinya dengan uang tersebut tanpa merepotkan kedua orang tua lagi.   3. Membuat Pos Dana Cadangan Mungkin Anda mengira bahwa pos dana cadangan dengan tabungan tidak ada bedanya, padahal keduanya cukup berbeda jika dilihat dari fungsi dan tujuannya. Untuk uang tabungan biasanya digunakan untuk tujuan membeli beberapa keperluan yang sudah ditetapkan sebelumnya, seperti membeli buku catatan kuliah, laptop, atau printer. Sementara itu, untuk dana cadangan diperuntukkan sebagai dana untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan yang sifatnya mendesak atau mendadak. Contoh penggunaan dana cadangan misalnya uang yang digunakan untuk service motor Anda yang rusak dan harus diperbaiki di bengkel. Kerusakan motor hanya terjadi sesekali dan seringkali terjadi secara mendadak. Apabila Anda sudah menyisihkan uang untuk dana cadangan, tentu sudah tidak akan kerepotan lagi jika mengalami hal-hal yang tiba-tiba terjadi atau tanpa direncanakan sebelumnya. 4. Menerapkan Gaya Hidup Hemat Terkadang kondisi lingkungan di sekitar Anda dapat mempengaruhi gaya hidup. Keinginan untuk selalu tampil sempurna juga mendorong Anda untuk menjadi sosok yang konsumtif dan hedonis. Padahal gaya hidup yang seperti itu hanya akan membuat keadaan keuangan Anda menjadi tidak stabil dan memberatkan orang tua sebagai satu-satunya sumber dana. Untuk menghindari gaya hidup yang konsumtif dan hedonis, Anda bisa membuat daftar kebutuhan sehingga bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Prioritaskan kebutuhan pokok dan terapkan gaya hidup hemat, sehingga orang tua juga tidak akan kesulitan mengatur gaji bulanan yang mereka terima untuk kebutuhan uang saku Anda. 5. Menerapkan Pola Hidup Sehat Bagi mahasiswa perantauan yang jauh dari orang tua, menjaga kesehatan menjadi sebuah keharusan. Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan teratur, serta rutin berolahraga. Jika Anda tidak bisa menjaga kesehatan, maka tugas dan kegiatan perkuliahan juga akan...

Read More »

7 Ciri Orang Boros yang Bikin Susah Kaya

7 Ciri Orang Boros yang Bikin Susah Kaya

Bagi Anda yang sudah bekerja, mengandalkan gaji saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkadang terasa kurang. Tanpa disadari, Anda sering kali boros dan menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu berguna. Untuk mengetahui ciri dan pertanda Anda boros, mari simak ulasan berikut ini. 7 Ciri Orang Boros 1. Tidak Memiliki Rencana Anggaran Ciri lainnya yang menandakan bahwa Anda adalah sosok yang boros yaitu tidak memiliki rencana anggaran. Oleh karena itu, Anda tidak tahu ke mana uang gaji bulanan dihabiskan, apakah untuk kebutuhan pokok sehari-hari atau justru dihabiskan untuk kesenangan saja. Jika selama ini tidak memiliki rencana anggaran, maka mulai sekarang Anda bisa menyusunnya. Anda bisa membagi dan menentukan berapa besaran biaya belanja kebutuhan pokok dengan anggaran untuk bersenang-senang. 2. Tidak Memiliki Tabungan Tidak memiliki tabungan juga menjadi pertanda bahwa Anda adalah seseorang yang boros. Memiliki tabungan sangatlah penting untuk mengantisipasi kebutuhan yang sifatnya tidak terduga. Sekalipun gaji yang diterima terbilang rendah dan hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja, Anda harus tetap menabung karena dari waktu ke waktu biaya dan kebutuhan hidup akan terus bertambah.  3. Membeli Barang yang Sudah Ada Penyebab orang boros adalah hobi atau kebiasaan membeli dan mengoleksi barang yang sudah ada di rumah. Jika memiliki kebiasaan seperti ini, berarti Anda adalah seseorang yang boros. Karena tidak bisa membedakan mana kebutuhan dengan keinginan dan suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Sebagai contoh misalnya Anda sudah memiliki beberapa lipstick, namun tetap membeli lipstick yang baru dengan warna sama dengan yang sudah  dimiliki. Meskipun tujuannya untuk cadangan atau koleksi semata agar lebih beragam, namun kebiasaan boros seperti ini harus mulai dikurangi dan alokasikan untuk tabungan atau simpanan dana darurat yang lebih bermanfaat. 4. Sering Belanja Online dan Tergiur Pesta Diskon Apakah Anda salah satu orang yang sering berbelanja online karena tergiur dengan diskon dan promo cashback yang ditawarkan oleh marketplace? Jika tidak pernah absen mengikuti pesta diskon, hal tersebut menandakan bahwa Anda adalah seseorang yang boros. Meski terkesan hemat, pesta diskon sebenarnya hanya trik untuk menaikkan jumlah penjualan saja. 5. Sering Menggunakan Kartu Kredit Jika sering menggunakan kartu kredit di semua pembelian, maka Anda termasuk orang yang boros. Terlalu sering menggunakan kartu kredit dibanding uang tunai, Anda tanpa sadar sedang menumpuk utang. Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, nantinya Anda akan terbebani dengan tagihan yang membengkak.  6. Sering Makan di Luar Salah satu contoh pemborosan yang mungkin sering Anda lakukan adalah kebiasaan makan di luar. Kebiasaan ini mungkin sering dilakukan oleh orang-orang yang masih lajang atau yang tidak memiliki asisten rumah tangga. Padahal dibandingkan dengan memasak sendiri, membeli makanan di luar, baik di restoran, warung makan, atau order online sangatlah boros. Misalnya, dalam sehari Anda makan sebanyak 3 kali dengan biaya makan Rp20.000,00, maka Anda sudah menghabiskan uang sebesar Rp60.000,00. Jika dikalkulasikan dalam jangka waktu sebulan, berarti uang yang Anda habiskan untuk makan sebesar Rp1.800.000,00. 7. Menggunakan Kendaraan Pribadi untuk Bekerja Tanpa disadari kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi, terutama mobil...

Read More »