Jimat Saya Hilang, Apakah Ada Resikonya?

Kali ini, saya ingin menjawab salah satu pertanyaan, yang cukup sering saya terima, kaitannya dengan penggunaan benda bertuah. Yaitu apakah ada resikonya, bila benda bertuah atau pegangan yang kita pakai ini, tanpa sengaja hilang? Benda bertuah, atau pegangan spiritual, wujudnya bisa macam-macam. Entah itu berupa batu mustika, jimat kulit, sabuk rajah, pusaka kuningan, atau bahkan berupa minyak. Tidak sedikit dari pegangan ini, bentuknya terbilang kecil. Hanya sebesar batu cincin. Sehingga rawan hilang. Apalagi kita, sebagai manusia, memang adalah tempatnya lupa. Kadang tidak ingat diletakkan di mana. Atau juga kadang disimpan di saku celana, tapi ketika dicari tidak ada. Kebanyakan orang, ketika mengalami hal ini, langsung panik. Dicari kesana kemari sambil kebingungan. Sampai-sampai seluruh kamarnya dibongkar bolak balik seperti kapal pecah. Pikirnya tentu saja, takut pamali. Khawatir jika hilangnya benda bertuah ini, akan mendatangkan akibat buruk bagi dirinya. Apakah benar seperti itu? Pertanyaan ini, tentu saja hanya dapat saya jawab, kaitannya dengan sarana spiritual yang memang saya sediakan. Bukan yang berasal dari pihak lain, apalagi barang temuan. Semua sarana spiritual dari saya, termasuk yang berwujud jimat maupun batu mustika, tidak memiliki resiko apapun. Jadi sekalipun misalnya tanpa sengaja hilang, hal ini tidak akan lantas menjadikan keburukan bagi pemakainya. Baca Juga : Apa Bedanya Pesugihan dengan Pelarisan? Hewan Yang Dipercaya Membawa Sial Fungsinya Wirid, Mantra & Doa Dalam Ilmu Spiritual Tidak juga berarti bahwa tuahnya akan seketika hilang. Sebab bagaimanapun juga, sarana ini tadinya sudah diritualkan dulu, sesuai nama dan tanggal lahir pemakainya. Dan sudah ada proses aktivasi, yang menyelaraskan energi benda, dengan energi pemakai. Jadi sekalipun misalnya, Anda lupa dimana meletakkan jimat Anda, dan kemudian dicari masih tidak ketemu, Anda tetap bisa membaca doanya seperti biasa. Dengan atau tanpa barangnya. Memakai pegangan spiritual itu cocok cocokan, dan jika memang masih berjodoh, biasanya akan ketemu lagi. Meskipun ketemunya tidak pada hari itu juga, atau kadang berjarak beberapa hari. Kalaupun sampai beberapa lama, masih belum ketemu juga, Anda pun tidak perlu berkecil hati. Anda masih bisa memesan kembali sarana spiritual yang sama sebagai gantinya. Dan hal ini tidak akan lantas menyebabkan berkurangnya energi sarana spiritual tersebut. Energinya akan tetap sama. Tetap bisa Anda pergunakan kembali seperti biasa. Nah, kurang lebihnya seperti itulah, jawaban saya seputar ada tidaknya resiko, bila pegangan spiritual kita, tanpa sengaja hilang. Semoga cukup jelas dan dapat memberikan...

Read More »

Apa Bedanya Pesugihan dengan Pelarisan?

Kali ini kita akan membahas, seputar pelarisan dan pesugihan, serta apa perbedaan keduanya. Karena lumayan sering saya ditanya, pelarisan itu apa, pesugihan itu yang bagaimana, dan bedanya seperti apa. Karena seringkali cara kerjanya memang mirip. Bisa dibilang, hampir sama. Cara kerjanya. Kita mulai dulu, dari pesugihan. Karena pesugihan merupakan istilah yang lebih luas dari kedua istilah ini. Istilah pesugihan, berasal dari kata dasar sugih, yang artinya adalah kaya. Pesugihan, adalah segala sesuatu yang bisa menjadikan kaya. Termasuk keterampilan kita, pekerjaan kita, keahlian kita, kemampuan kita. Dalam konteks metafisika, maka amalan pesugihan, atau ilmu pesugihan, merupakan seperangkat lelaku, yang dimaksudkan untuk mendatangkan kekayaan lebih banyak, dalam waktu relative lebih cepat dari biasanya. Inilah, yang kemudian disebut Pesugihan Putih. Sedangkan Pelarisan, berasal dari kata dasar laris. Sebab pelarisan memang dimaksudkan, agar apa yang kita tawarkan lebih diminati. Dagangan kita, contohnya. Atau jasa yang kita tawarkan. Pesugihan Putih, salah satunya bekerja dengan cara melariskan jualan. Bila pelakunya adalah seorang pedagang. Sehingga bisa dikatakan, bahwa pelarisan itu bagian dari pesugihan, tetapi pesugihan belum tentu pelarisan. Disinilah letak perbedaan antara pelarisan dan pesugihan. Kalau pesugihan, siapapun bisa menggunakan, bisa mengamalkan. Termasuk petani ataupun karyawan swasta. Karena memang berfungsi sebagai pelancar rezeki secara umum. Baca Juga : Hewan Yang Dipercaya Membawa Sial Fungsinya Wirid, Mantra & Doa Dalam Ilmu Spiritual Lakukan Hal Ini Agar Hidup Anda Lebih Berarti Tetapi kalau pelarisan, maka hanya akan cocok untuk mereka yang menawarkan sesuatu. Pedagang, misalnya. Atau pegawai marketing. Atau juga Anda yang berkecimpung di dunia hiburan. Jika misalnya ada seorang pemilik warung, menggunakan pelarisan, apakah bisa dikatakan bahwa ia memiliki pesugihan? Tentu. Karena warung inilah yang mendatangkan rejeki untuknya. Warung inilah yang menjadi sumber kekayaannya. Kemampuannya memasak dan mengelola warung, dapat dikatakan sebagai pesugihan baginya. Sedangkan amalan yang digunakannya untuk melancarkan jualan, itu juga termasuk pesugihan. Bisa dikatakan, istilah pesugihan ini memang sudah terlanjur dikotori oleh pandangan buruk kita sendiri. Banyak dari kita meyakini bahwa pesugihan itu artinya menyembah setan, demi mendapatkan uang, dengan imbalan sejumlah tumbal. Padahal tidak seperti itu. Kecerdasan kita, ilmu kita, kepandaian kita, bisa menjadi pesugihan bagi kita. Bagi seorang pelukis, misalnya, maka kemampuan melukis itulah pesugihan baginya. Bagi seorang pedagang, maka kemampuannya berjualan itulah pesugihan baginya. Adapun yang dimaksud sebagai pesugihan putih, adalah segala macam cara yang dilakukannya agar jualannya ini lebih lancar dan berkah. Termasuk menggunakan sarana pelarisan. Nah, bagi Anda yang tertarik menggunakan sarana pelarisan maupun pesugihan putih, ada baiknya Anda konsultasikan secara langsung dengan menghubungi nomor 085762118383. Perkenalkan diri Anda, sampaikan keperluan Anda seperti apa, agar dapat kami sarankan yang paling cocok untuk Anda apa. Apakah lebih cocok pakai pelarisan, atau lebih cocok mengamalkan pesugihan putih. Apapun usaha Anda saat ini, apapun profesi yang Anda tekuni, saya doakan semoga selalu lancar. Semoga senantiasa berkah dan diberikan rejeki yang berlimpah. Dari saya cukup sekian, akhir kata semoga dapat memberikan sedikit...

Read More »

Hewan Yang Dipercaya Membawa Sial

Bukan hanya sekedar menghilangkan stress, atau menyediakan hiburan alternatif. Tetapi bagi banyak orang, memelihara hewan juga bisa mendatangkan rejeki. Terutama bila ditekuni sebagai profesi. Alasan lain orang memelihara hewan, adalah karena hoki. Ada beberapa hewan, yang kalau dipelihara, katanya akan mengundang peruntungan baik. Termasuk perkutut, atau ikan koi, atau bahkan tokek. Namun sebaliknya, ada juga hewan yang dipercaya bakal membawa sial. Apa saja? Hewan yang pertama, adalah kucing hitam. Padahal kucing, sebagaimana anjing, adalah peliharaan favorit banyak orang. Sebab kucing memang termasuk hewan domestic yang imut dan menyenangkan. Tetapi tidak sedikit orang yang percaya, bahwa kucing bisa menjadi pertanda kesialan. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah kucing yang berwarna hitam legam. Kucing hitam ini dianggap sebagai perwakilan setan dan kejahatan. Sudah begitu, kucing hitam legam pun sering dikaitkan dengan hal-hal berbau klenik. Itulah mengapa orang cenderung menghindari kucing yang semacam ini, dan lebih tertarik memelihara kucing hias. Hewan yang kedua, adalah ular. Sebagian dari Anda, mungkin akan kurang setuju. Karena kenyataannya memang, ular merupakan peliharaan favorit sejumlah kalangan. Meskipun ular itu tentu saja, cenderung dianggap seram dan buas. Sebagian orang menyarankan, bahwa ular tidak sebaiknya di bawa ke dalam rumah. Jadi kalaupun memelihara ular, ya peliharalah di pekarangan. Setidaknya jangan dibawa ke dalam. Baca Juga : Fungsinya Wirid, Mantra & Doa Dalam Ilmu Spiritual Lakukan Hal Ini Agar Hidup Anda Lebih Berarti 3 Cara Agar Tidak Mudah Tertipu Ular kerap digambarkan memiliki watak yang jelek dan jahat. Yang bahkan sifat ini dapat berimbas pada pemilik rumah. Tidak hanya itu, bila memelihara binatang melata ini, diyakini bahwa kita akan jadi sering bermimpi ular. Hewan ketiga, adalah laba-laba. Bagi kebanyakan dari kita, laba-laba memang bukan hewan yang lazim dijadikan peliharaan. Tetapi tentu saja tetap ada orang yang tertarik untuk memeliharanya, dengan alasan karena laba-laba itu beda dan unik. Dipercaya, bahwa seseorang yang memelihara laba-laba, secara berangsur-angsur akan mendapatkan kesialan. Dan bisa jadi kesialannya ini akan bertahan untuk waktu cukup lama. Hewan keempat, adalah burung gagak. Adakah orang yang memilih gagak sebagai peliharaan? Ada, meskipun memang tidak banyak. Sebab burung gagak memang bukan peliharaan lazim. Sepintas lalu, gagak bisa saja nampak gagah, dengan bulunya yang hitam pekat. Tetapi burung yang satu ini tidak disarankan untuk dipelihara, karena di banyak kebudayaan, gagak merupakan perlambang kematian. Bila ada gagak hinggap di atap rumah, misalnya, mitos mengatakan bahwa empunya rumah bakal meninggal esok hari. Berangkat dari sinilah, gagak kemudian dipercaya sebagai hewan yang membawa sial bila dipelihara. Menurut Anda sendiri, bagaimana? Apakah pernah, memelihara salah satu atau lebih dari beberapa hewan yang baru saja saya sebutkan? Jika pernah, boleh ceritakan pengalaman Anda. Apakah menurut Anda, hewan-hewan ini benar membawa sial atau...

Read More »

Fungsinya Wirid, Mantra & Doa Dalam Ilmu Spiritual

Sering saya mendapat pertanyaan, tentang apa gunanya wirid atau mantra. Bukankah bila suatu sarana sudah diisi energi, maka ilmunya sudah jadi? Tinggal pakai saja? Kurang lebih seperti itulah pemikiran orang pada awalnya. Kali ini, saya ingin menjelaskan tentang kegunaan wirid, dari pandangan saya. Istilah wirid berasal dari kata dalam bahasa arab, waroda, yang maknanya adalah datang. Dalam dunia spiritual keagamaan, wirid digunakan sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada sang pencipta.  Sebab wirid bertujuan mendatangkan Allah kedalam hati kita, agar lebih dekat kepada-Nya. Sedangkan dalam dunia spiritual yang lebih tradisional, wirid lebih dikenal dengan istilah mantra, rapalan, atau asmak. Anggaplah kita hendak mengambil buah dari cabang pohon, maka yang harus dilakukan adalah memanjat pohon tersebut. Supaya lebih mudah, kita pakai tangga atau kayu untuk mengambilnya. Kurang lebih seperti itulah fungsi wirid. Layaknya tangga atau kayu yang kita gunakan untuk mengambil buah. Sehingga wirid dapat dikatakan sebagai sebuah alat untuk membantu tercapainya suatu keinginan. Baca Juga : Lakukan Hal Ini Agar Hidup Anda Lebih Berarti 3 Cara Agar Tidak Mudah Tertipu Pola Pikir Inilah Yang Bisa Menjadikan Rezeki Anda Semakin Berlimpah Jika kita ingin mencapai kesuksesan, tentu dengan usaha, namun alangkah lebih mudahnya jika disertai dengan alat tertentu, yang berupa wirid atau mantra. Nah, bagaimana kalau keinginan tersebut sudah tercapai, apakah itu berarti alatnya sudah tidak perlu dipakai lagi? Kalau memang apa yang diinginkan sudah tercapai, terserah apakah wirid tadi ingin tetap di gunakan atau tidak. Namun perlu di ingat bahwa hidup di dunia ini seperti gelombang, kadang di atas kadang di bawah. Pasang surutnya dunia kita tidak tahu, sehingga disarankan wirid tetap diamalkan tujuannya sudah tercapai. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan sebelumnya, amalan itu ibarat sebuah pisau. Jika tidak diasah akan menjadi tumpul dan karatan. Dan sewaktu-waktu bila perlu kita gunakan, ternyata malah sudah terlanjur berkarat. Beda halnya bila kita rajin mengasah, jika sewaktu waktu hendak digunakan, pisau tetap terjaga ketajamannya. Itulah mengapa bagi Anda menggunakan sarana spiritual dari saya, sekalipun sudah ada pegangan yang diisi energi, tetap dianjurkan untuk membaca doanya sesuai kebutuhan. Tujuannya selalu sama, supaya hajat Anda mudah tercapai. Itu dulu yang bisa saya sampaikan, jika masih ada pertanyaan bisa tuliskan di kolom komentar dibawah. Atau hubungi nomor kontak...

Read More »

Lakukan Hal Ini Agar Hidup Anda Lebih Berarti

Kali ini kita akan bahas soal kehidupan. Soal hidup. Yang mana sering dikatakan, bahwa hidup itu cuma sekali. Karena cuma sekali, maka baiknya hidup ini kita jadikan lebih berarti. Caranya bagaimana, itulah yang akan kita bahas. Tapi sebelum itu, baiknya kita sadari dan kita pahami dulu, bahwasannya hidup memang penuh misteri. Kita tidak pernah memilih, akan terlahir di keluarga yang mana. Yang bagaimana. Seringkali juga kita tidak bisa menghindar dari musibah. Tidak bisa mencapai apa yang kita dambakan. Sampai-sampai banyak orang berpikir bahwa Tuhan tidak benar-benar adil terhadap hamba-Nya. Padahal mengeluh dan marah tidak akan menjadikan hidup kita lebih baik. Percuma kita membanding-bandingkan hidup kita, dengan hidup orang lain. Hidup yang singkat ini, lebih baik kita lalui dengan bahagia, dengan penuh syukur. Bukan dengan keluhan. Maka dari itu, agar hidup kita bisa menjadi lebih berarti, maka hal pertama yang perlu kita sadari betul-betul, adalah bahwa kita hidup untuk mati. Kematian adalah satu-satunya hal yang dijanjikan oleh kehidupan. Baca Juga : 3 Cara Agar Tidak Mudah Tertipu Pola Pikir Inilah Yang Bisa Menjadikan Rezeki Anda Semakin Berlimpah Cerita Misteri Gunung Salak, Tempat Pesugihan Hitam? Sebagai umat beragama, tentu kita percaya bahwa ada kehidupan yang kekal, yang sejati, setelah berakhirnya masa hidup kita di bumi. Tetapi banyak dari kita seringkali lupa akan hal itu. Sehingga kita hidup seakan-akan kita bakal selamanya ada di bumi ini. Dengan menyadari, bahwa ada kehidupan yang sejati setelah kita mati, maka kita akan mulai mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sejati tersebut. Dengan begitu pula kita akan mulai belajar, untuk berhenti mengeluh dan marah atas perasaan tidak adil kita. Itu yang pertama. Yang kedua, agar hidup kita lebih berarti, maka sesekali lihatlah ke bawah. Karena disana Anda akan menemukan realitas kehidupan yang berbeda. Dengan melihat ke bawah, kita bisa belajar untuk berhenti bersungut-sungut. Karena dibawah sana ada mereka yang tinggal sebatang kara. Ada yang terbaring sakit. Ada yang menjadi korban peperangan. Benar-benar tidak sepadan dengan hal-hal kecil yang kita persoalkan. Kemudian yang ketiga, jadikan hidup Anda lebih berarti, dengan memberikan perhatian untuk orang-orang tercinta dan terkasih Anda. Daripada mengisi waktu dengan mengeluh, lebih baik kita gunakan waktu yang ada, untuk memperhatikan mereka yang mengasihi dan menyayangi kita. Bahkan kalaupun kita belum bisa membahagiakan orang terdekat kita secara finansial, paling tidak berikanlah waktu Anda. Dengan begitu waktu Anda ini akan lebih berarti, daripada sekedar dihabiskan untuk membanding-bandingkan hidup kita, dengan hidup orang lain. Yang keempat, bagikanlah senyum dan tawa untuk lingkungan sekitar Anda. Jika sehari-harinya Anda berkutat di rumah, di jalan, di kantor, maka jangan sia-siakan lingkungan Anda. Berbagilah, meskipun mungkin yang bisa kita bagikan hanyalah senyum dan tawa. Lalu yang terakhir, namun tidak kalah penting, adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Ibarat kata, rayulah Tuhanmu sesering mungkin. Karena hanya kuasa Tuhan lah yang bisa membolak-balikkan seluruh alur kehidupan kita. Kita semua ada di dunia ini atas kehendak Tuhan, dan suatu saat akan berpulang kepada Tuhan. Maka kepada-Nyalah kita...

Read More »