3 Cara Agar Tidak Mudah Tertipu

Posted by on Apr 21, 2021 in Artikel

Kali ini, yang akan kita bahas adalah seputar tiga cara, agar kita tidak mudah tertipu. Dalam hal apapun itu. Dalam jual beli, dalam hubungan sosial, dan lain-lain. Harapan saya agar bisa menjadikan wawasan untuk kita semua.

Tetapi sebelum itu, sebelum kita bisa membahas seputar bagaimana caranya agar tidak mudah tertipu, maka terlebih dulu perlu kita bahas juga, tentang mengapa kita sering tertipu.

Ada beberapa penyebab, yang sering menjadikan kita salah langkah, salah mengambil keputusan, dan akhirnya ketidakwaspadaan kita pun dimanfaatkan orang.

Penyebab yang pertama, adalah karena banyak dari kita, masih memiliki ego yang terlampau tinggi. Karakter yang pertama ini, kerap menyebabkan kita membeli suatu barang, dengan harga jauh lebih tinggi, dari harga yang semestinya.

Apalagi kalau kita berhadapan dengan pramuniaga yang lihai. Yang tahu bagaimana menghadapi ego Anda. Sedikit pujian saja, atau sedikit tantangan istilahnya, akan membuat Anda mengeluarkan begitu banyak uang, hanya karena tidak mau dipandang remeh. Tidak mau dianggap tidak mampu membayar.

Akhirnya Anda pun berakhir membeli suatu barang, dengan harga yang tidak wajar. Yang tidak semestinya. Entah dengan ditambah embel-embel diskon, ataupun tidak.

Sedangkan penyebab kedua, yang menjadikan kita sering tertipu, adalah karena kita mudah menaruh iba, tetapi tidak waspada.
Memberi itu memang baik. Berempati dan iba pada orang yang mengalami kesusahan, itu juga baik. Tetapi pastikanlah bahwa Anda memberi pada orang yang tepat. Di dunia yang penuh dengan penderitaaan ini, tidak jarang orang akan mengeksploitasi rasa iba Anda.

Lalu penyebab ketiganya, adalah karena kita tidak memiliki kemampuan membaca karakter yang cukup baik. Komunikasi antar personal, merupakan suatu keilmuan yang terbilang penting.

Selain ketiga penyebab ini, satu lagi yang sering dianggap sebagai penyebab mengapa kita gampang tertipu, adalah karena kurangnya bersedekah. Orang bilang, sedekah bisa menjadikan kita orang yang beruntung. Jika kita berat untuk mengeluarkan sedekah, maka semesta akan ‘memaksa’ Anda, untuk mengeluarkannya dengan berbagai jalan. Entah itu terkena tipu, jatuh, hilang, atau pengeluaran tidak terduga lainnya.

Nah, setelah mengetahui apa saja penyebab kita gampang tertipu, sekarang tinggal kita bahas, bagaimana menanggulanginya. Bagaimana caranya agar kita tidak mudah ditipu orang. Dalam hal apapun itu.


Baca Juga :


Cara yang pertama, atau hal pertama yang kita perlukan, agar tidak gampang menjadi korban tipu, adalah kita perlu belajar, serta berlatih, bagaimana membaca karakter dan situasi lingkungan.

Seorang pengusaha, misalnya, ya harus tahu dengan cepat, karakter para pekerjanya seperti apa. Atau seorang pria yang sedang menjalin hubungan, juga harus tahu secara tepat, karakter wanita yang ditaksirnya ini bagaimana.

Karena seringkali terjadi keanehan, sudah pacaran selama sekian tahun, tetapi baru mengetahui watak asli pasangannya, enam bulan setelah menikah. Kemudian saling menyatakan bahwa sudah tidak ada lagi kecocokan, padahal umur pacarannya lebih panjang dari usia pernikahannya.

Contoh lain, misalnya jika Anda seorang pebisnis. Anda harus bisa, secara cepat mengetahui karakter rekan bisnis Anda. Agar tidak menjadi korban penipuan. Dengan pengetahuan yang cukup, dan belajar dari pengalaman orang lain, Anda diharapkan tetap bisa maju tanpa harus punya pengalaman tertipu.

Lalu yang kedua, selain belajar mengenali karakter seseorang, penting juga bagi kita untuk menyeimbangkan pikiran positif, dan pikiran negative. Sering saya katakan bahwa pikiran negative itu buruk. Memang. Tetapi dalam hal ini, yang saya maksud sebagai pikiran negative, bukanlah prasangka.

Melainkan kemampuan kita untuk melihat realitas secara apa adanya. Berpikir positif, bukan lantas berarti kita bisa menganggap bahwa semua orang itu baik. Karena kita tetap perlu terbuka pada segala macam kemungkinan. Waspada itu perlu, dalam kadar yang cukup. Sebab jika terlampau waspada, Anda akan jadi orang yang paranoid dan gampang curiga. Maka dari itu, seimbangkanlah kedua pola pikir ini dengan benar.

Kemudian yang ketiga, ilmu tertinggi yang bisa kita anut untuk menghindari penipuan, adalah ilmu ikhlas. Apapun yang terjadi dalam hidup ini, ikhlaskanlah. Asalkan kita sudah berusaha semaksimal mungkin, apapun yang Tuhan putuskan atas diri kita, ikhlaskanlah. Terimalah ketetapan Tuhan ini, sebagai bagian dari perjalanan hidup kita.

Selama ketiga hal ini, atau ketiga cara ini bisa kita pegang betul-betul, maka atas seizin Tuhan, kita akan dihindarkan dari niat buruk orang lain. Termasuk niat buruk mereka yang bermaksud untuk memanfaatkan kita.

Untuk Anda saya ingatkan agar selalu berhati-hati, selalu berpikir dua kali sebelum membuat keputusan, dan semoga selalu dilindungi dan diselamatkan dari semua cobaan.